Tuesday, December 8, 2009

EBook: Bridge maintenance, inspection and repair

A w:Southern Pacific Railroad bridge, now part...Image via Wikipedia
TOC
CHAPTER 1. INTRODUCTION
Section
I. GENERAL INFORMATION
Purpose
References
II. MAINTENANCE PLANNING
Programming and economic considerations
Elements of the maintenance program
III. FREQUENCY OF INSPECTION
Military requirements
Factors of frequency
IV. QUALIFICATIONS OF INSPECTION PERSONNEL
Army
Air Force
2. BRIDGE STRUCTURES
Definition
Classification
Typical bridges
Box culverts
Military bridges
3. BRIDGE ELEMENTS
I. SUBSTRUCTURE ELEMENTS
General
Abutments
Piers and bents
II. SUPERSTRUCTURES
General
Decks
Floor systems
Main supporting members
Bracing
III. MISCELLANEOUS ELEMENTS
Bearings
Pin and hanger supports
Expansion joints
Approaches
Railings, sidewalks, and curbs
Deck drains
Utilities
Lighting
Dolphins and fenders
Welds, bolts, and rivets
4. MECHANICS OF BRIDGES
General
Bridge forces
Stress
5. BRIDGE CONSTRUCTION MATERIALS
I. CONCRETE
General
Physical and mechanical properties
Indication and classification of deterioration
Causes of deterioration
Assessment of concrete
II. STRUCTURAL STEEL
Physical and mechanical properties
Indicators and classification of deterioration
Causes of deterioration
Assessment of deterioration
III. TIMBER
Physical and mechanical properties
Deterioration: indicators and causes
Assessment of deterioration
IV. WROUGHT AND CAST IRON
General
Physical and mechanical properties
Deterioration: indicators and causes
V. STONE MASONRY
General
Physical and mechanical properties
Indicators of deterioration
Causes of deterioration
VI. ALUMINUM
General
Deterioration: indicators and causes
VII. FOUNDATION SOILS
General
Types of movement
Effects on structures
Indicators of movement
Causes of foundation movements
VIII. WATERWAYS
General
Types of movement and effects on waterways
CHAPTER 6. BRIDGE REDUNDANCY AND FRACTURE CRITICAL MEMBERS (FCMs)
I. GENERAL
Introduction
Fracture critical members
Redundancy
Criticality of FCMs
II. EXAMPLES
Two-girder system (or single-box girder)
Two-truss system
Cross girders and pier caps
Supports and suspended spans
7. INSPECTION CONSIDERATIONS
I. TOOLS AND EQUIPMENT
Basic
Concrete inspection
Steel inspection
Timber inspection
Cast iron, wrought iron, and aluminum inspection
Special equipment
II. SAFETY
General
Bridge site organization
Personal protection
Special safety equipment
Climbing of high steel
Confined spaces
III. DOCUMENTATION OF THE BRIDGE INSPECTION
General
Planning and documenting the inspection
Structure evaluation
IV. INSPECTION PROCEDURE
General
Inspection sequence
CHAPTER 8. BRIDGE COMPONENT INSPECTION
Section I. SUBSTRUCTURES
General
Abutments
Retaining walls
Piers and bents
Pile bents
Dolphins and fenders
II. SUPERSTRUCTURES
Concrete beams and girders
Steel beams and girders
Pin and hanger connections
Floor systems
Diaphragms and cross frames
Trusses
Lateral bracing portals and sway frames
Tied arches
Metal bearings
Elastomeric bearings
Decks
Expansion joints
Railings, sidewalks, and curbs
Approaches
Bridge drainage
III. MISCELLANEOUS INSPECTION ITEMS
Waterways
Paint
Signing
Utilities
Lighting
IV. INSPECTION OF RAILROAD BRIDGES
General
Railroad deck types
Track inspection
Deck inspection
Superstructure inspection
Substructure inspection
Recommended practices
V. BOX CULVERTS
Types of distress
Inspection
9. FINAL DOCUMENTATION
Annual (Army) and biannual (Air Force) inspection documentation
Triennial (Army) and every third biannual (Air Force) bridge inspection
documentation
10. GENERAL PREVENTIVE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. INTRODUCTION
General
Preventive maintenance
Replacement
Repair
Bridge upgrade
II. COMMON MAINTENANCE TASKS
General
Cleaning deck drains
Ice and snow removal
Bank restoration
Traffic control items
Bearings and rollers
Debris and removal
Bridge joint systems
Scour protection
III. COMMON REPAIR TASKS
General
Abutment stability
Drift and floating ice
Scour
Settlement
Waterway
Section IV. COMMON METHODS TO UPGRADE EXISTING BRIDGES
General
Shortened span lengths
Add stringers
Strengthen piers
Reduce deadload
Posttensioned bridge components
Strengthen individual members
CHAPTER 11. STEEL BRIDGE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. PREVENTIVE MAINTENANCE FOR CORROSION
General
Structural steel
II. REPAIR AND STRENGTHEN
General
Connections
Repair of structural members
III. MEMBER REPLACEMENT
Tension members
Compression members/columns
Beams
IV. UPGRADE STEEL BRIDGES
Creation of a composite action
Posttensioning
Truss systems
12. TIMBER BRIDGE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. PREVENTIVE MAINTENANCE
General
Fire protection
II. REPAIR AND STRENGTHEN TIMBER MEMBERS
General
Connections
Repair of graded lumber
Repair of piles
Repair of posts
Repair of sway bracing
III. MEMBER REPLACEMENT
Replacement of tension timber components
Replacement of compression timber components
Replacement of flexural timber components (stringers)
Replacement of timber decking
IV. TIMBER BRIDGE UPGRADE
Strengthen intermediate supports (piers)
Shorten span length
Posttensioning
Add stringers
Strengthen individual members
13. CONCRETE BRIDGE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. PREVENTIVE MAINTENANCE
General
Surface coating
Joint maintenance
Cathodic protection
II. REPAIR AND STRENGTHEN
General
Crack repairs
Spall repair
Joint repair
Abutments and wingwalls
Bridge seats
Columns and piles
Stringers and beams
Decks
Replacement of concrete members
Section III. UPGRADE CONCRETE BRIDGES
General upgrade methods
Strengthen individual members
Prestressed concrete members
Download : pdf1
Reblog this post [with Zemanta]

Tips Perawatan Mobil

TOYOTA FCHV(Fuel Cell Hybrid Vehicle). The fue...Image via Wikipedia
Membersihkan Noda Jok Mobil

Anak adalah buah hati orang tuanya, dan mereka kerap kali dibawa kemanapun sang ibu pergi (terutama bila berkendaraan). Bepergian tersebut juga memerlukan persiapan khusus, diantaranya adalah membawa bekal untuk makan/minum anak, atau pakaian ganti. Untuk balita, satu benda yang tidak pernah tertinggal adalah botol susu/minuman. Nah, minum susu dalam perjalanan ini yang kerap menjadi bencana kecil, karena kondisi jalan atau hal lain, susu sering kali tumpah di atas jok mobil Anda.Kejadian ini sering kali tidak diambil pusing, namun jangan salah. Mendiamkan noda susu atau minuman (kecuali air putih) hingga merembes ke dalam jok hanya akan membuat bau asam atau tidak sedap tercium. Ini dapat menimbulkan jamur dan menarik perhatian hewan-hewan menjijikkan seperti kecoa masuk ke dalam mobil. Belum lagi, noda tersebut akan membuat kusam. Untuk mengatasinya, ada kiat-kiat tertentu yang bisa dilakukan, tentunya dengan meluangkan sedikit waktu Anda.

Ada beberapa alat yang dapat digunakan dan dapat diperoleh dari sekitar rumah, yaitu sikat besar, sikat gigi, kain serbet, kain putih, sprayer, air berisi sabun deterjen, dan terakhir vacuum-cleaner. Kemudian perhatikan tipe jok mobil Anda, ada dua bahan : kulit dan kain, yang masing-masing memerlukan penanganan berbeda. Untuk jok kain, yang perlu dicermati adalah sifatnya yang cepat menyerap air/merembes, sehingga perlu penanganan yang cepat. Sementara untuk yang jenis kulit akan lebih mudah, mengingat sifatnya yang lambat menyerap air. Selain itu, sebagai pencegahan kejadian serupa terulang di kemudian hari, ada baiknya bila jok dilapisi oleh cover setiap kali mengajak buah hati.Tips membersikan jok mobil dari noda susu :

1. Bersihkan jok denga mesin penyedot debu.
2. Seprotkan deterjen ke jok mobil.
3. Sikat jok mobil sampai noda hilang.
4. Keringkan dengan menggunakan penyedot debu.
5. Semprotkan pengharum mobil.
6. Gunakan penutup jok untuk menghindari jok mobil dari noda.
---
Mobil Sulit Dihidupkan, Bagaimana Mengatasinya?

Sulit di-starter atau mesin tidak mau hidup kerap menjadi masalah tersendiri bagi mobil pribadi seseorang, apalagi bila ternyata si pemiliknya sama sekali tidak mengerti bagaimana merawat mobil. Jangan sampai Anda menjadi salah satu diantara mereka yang buta teknologi, sebab mati mesin tak jarang terjadi di saat Anda sama sekali tidak mengharapkannya (misalnya menjelang rapat penting). Untuk itu, simak tips-tips berikut ini.Hal pertama yang perlu diketahui adalah sistem kelistrikan mobil, konvensional ataukah mobil modern yang sudah menggunakan CDI (dalam arti serba elektronik). Bila mobil Anda telah menggunakan sistem serba elektronik, jangan berusaha untuk membetulkannya secara manual karena sistem ini membutuhkan ahli mekanik yang handal serta peralatan yang hanya ada di bengkel-bengkel mobil.Biasanya ada dua hal yang menjadi penyebab mobil tidak bisa di-starter, pertama adalah karena aki yang sudah dalam kondisi kurang bagus sistem kelistrikannya. Kedua adalah karena supply listrik pada dinamo pada sistem pengapian konvensional. Platina mungkin sudah tidak baik. Kalo teknologi yang lebih maju, mungkin karena CDI. Kalou udah masalah CDI, perluke bengkel karena udah rumit dan sulit ditangani sendiri. Di permukaan atas dari aki ada indikator yang menunjukkan kondisi terakhir dari aki. Bisa nunjukkin kondisi aki bagus/rusak, atau air aki kosong.Kalo udah diperiksa tapi mobil masih tidak bisa dihidupkan, hal itu bisa jadi disebabkan karena platina dan kondensor. Masalah biasanya pada plat yang terdapat di platina. Kalo tonjolannya sudah kusam berarti berarti tidak bisa menangkap percikan listrik. Supaya platina bisa kembali berfungsi dengan baik, gunakan amplas untuk menghapus debu/flek yang menempel. Bila sudah selesai, pasang kembali pada posisi semula. Platina yang telah dibersihkan biasanya akan mampu memancing percikan api sehingga kembali besar, Bila tidak, berarti platina sudah tidak bisa dipakai dan harus diganti.Langkah berikutnya adalah melakukan pemeriksaan boks sekring. Perhatikan apakah sekring yang telah terpasang masih utuh atau tidak. Kalau kawat sambungannya sudah putus, berarti sekring sudah harus diganti. Untuk keadaan darurat, Anda bisa memakai kawat atau serabut kabel untuk dipasang sementara pada sekring tersebut. Hal ini tidak direkomendasikan sebagai solusi permanen, karena itu ganti secepatnya dengan membawa mobil ke bengkel.

Hal terakhir yang biasa menjadi biang keladi mesin mobil tidak bisa di-starter adalah karena suplai bahan bakar/udara yang kurang pada sistem karburator (dalam hal ini berarti saringan karburator kotor). Periksa saringannya, cabut filter-nya dan bersihkan dengan kuas atau sikat gigi. Jangan gunakan alat pemanas seperti hair-dryer dan sejenisnya, karena hal tersebut bisa merusak dinding saringan udara.Bila semuanya sudah dilakukan dan tidak ada perkembangan, tidak bisa tidak, bawalah mobil Anda ke bengkel terdekat. Jangan-jangan, kerusakan bukan hanya pada aki atau platina Anda.

-----


Mobil Terpelihara Meski Jarang Dipakai

Mungkin Anda adalah salah satu dari orang yang sangat sibuk, tugas memaksa untuk kerap bepergian ke luar kota atau negeri dalam jangka waktu lama. Bila Anda memiliki mobil pribadi, hal ini harus diperhatikan supaya saat kembali nanti, kendaraan tidak dalam kondisi terlantar atau mengenaskan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencuci mobil sebelum ditinggalkan. Kemudian, ikuti tips-tips berikut.

1. Posisi rem tangan dibebaskan
Kalau dibiarkan dalam keadaan rem tangan masuk, terutama dalam waktu lama, akan terjadi kelengketan antara minyak dengan piringan rem, khususnya bagi kendaraan yang memiliki tromol di roda belakang. Satu hal tambahan, ada baiknya kunci mobil Anda biarkan tergantung di kemudi kendaraan Anda. Bila rumah Anda mempunyai pembantu, hal ini akan sangat berguna untuk memanaskan kendaraan setiap hari. Namun jangan tinggalkan kunci mobil bila ternyata Anda tidak mempunyai garasi atau berada di tempat terbuka.

2. Ganjal wiper dengan busa/kayu
Bila terus bersentuhan dengan kaca mobil, karet wiper perlahan akan mengeras dan tidak lentur lagi. Akibatnya karet tersebut (yang biasa disebut karet mati) akan terasa kasar saat kelak dipergunakan untuk membasuh kaca depan mobil Anda.

3. Usahakan keempat ban dalam kondisi terangkat tidak menempel lantai
Caranya, cukup dengan menggunakan dongkrak dan stand-jack. Tujuannya adalah supaya suspensi mobil terjaga dan tidak terbebani oleh berat kendaraan. Sebuah mobil yang tidak pernah digunakan dalam waktu cukup lama biasanya suspensinya akan naik-turun, sehingga bila dipergunakan nanti, mobil akan terasa tidak nyaman.

4. Lepaskan aki bila mobil ditinggal lebih dari dua minggu
Kenapa? Alasannya adalah karena aki mobil sangat sensitif. Bila kendaraan tidak dinyalakan sama sekali dalam waktu dua minggu atau lebih (terutama bila di rumah yang Anda tinggalkan tidak ada pembantu), hal itu akan berpengaruh ke akinya, yang bisa lebih cepat rusak dibandingkan dengan kendaraan yang setiap hari dipakai.

5. Bila tempat parkir miring, ganjal empat ban anda dengan balok
Ini berlaku bagi Anda yang mempunyai garasi dengan permukaan miring. Di tips pertama disebutkan bahwa tidak baik memasukkan posisi rem tangan bila kendaraan ditinggal cukup lama, namun bagaiman bila permukaannya miring? Caranya mudah, cukup ganjal keempat ban dengan balok atau benda keras lainnya supaya mobil tidak berubah posisi.

6. Taruh pengharum mobil, dan tutup mobil dengan cover
Pengharum berfungsi untuk menetralkan bau apek yang mungkin timbul karena ruang dalam mobil tertutup dalam waktu lama. Selain itu, mobil yang dibiarkan dalam keadaan terbuka juga memudahkan partikel-partikel debu masuk ke dalam mobil melalui celah-celah, suatu hal yang tentunya tidak diinginkan oleh setiap pemilik mobil. Untuk menghindarinya, cukup beli penutup mobil yang biasa dijual di toko-toko aksesoris mobil.
------
Perawatan Pintu Mobil

Pintu mobil merupakan bagian kendaraan sangat penting untuk dirawat, sehingga menjamin keamanan & kenyamanan pada saat berkendaraan. Pintu mobil sering luput dari perhatian pemiliknya, padahal jika terjadi kerusakan bisa berakibat fatal.

Akibatnya,
Misalnya, bila rel kaca sudah getas sehingga air bisa masuk ke celah pintu dan membuat mekanisme penggerak kaca jendela berkarat. Sehingga saat naik turunnya kaca akan terasa berat dan harus dibantu dengan tangan. Belum lagi terdengar suara berderit, serta pemutar kaca bisa macet seketika. Demikian juga dengan gagang pintu, jika pelumas untuk mekanisme pembuka pintu mengering, pintu akan sulit dibuka.

Hal Yang Dilakukan:
Tips perawatan berikut ini, sebaiknya dilakukan minimal 6 bulan sekali :
1. Sediakan peralatan yang dibutuhkan seperti obeng plus dan min, kuas, solar, gemuk dan pelumas semprotan.
2. Buka panel penutup (trim pintu) dengan posisi kaca turun ke bawah. Buka baut pegangan pintu dan gagangnya dengan obeng plus. Lalu lepas tuas pemutar kaca dengan mencungkil pin.
3. Buka panel pintu dengan mencungkilnya pakai obeng min. Untuk mobil dengan ‘power window’ copot sakelarnya. Perhatikan lis kaca (weather strip) bersihkan kotoran yang menempel pakai kuas dan solar. Tunggu sampai kering. Atau bersihkan dengan air sabun dan setelah kering bersihkan dengan lap.
4. Bersihkan gigi regulator dan oleskan dengan gemuk. Juga gigi penggerak motor untuk yang menggunakan power window. Lumasi juga lengan pemutar dan pernya.
5. Periksa tangkai pengimbang regulator, juga rel atas dan bawah penggerak tangkai regulator. Bersihkan dengan solar lalu olesi dengan gemuk.
6. Setel kaca yang miring dengan cara menaikkan kaca setengah dan kendurkan dua baut pengimbang bagian bawah. Setelah itu dorong kaca ke belakang dan kencangkan kembali baut pengimbangnya.
7. Perhatikan bukaan pintu luar, cek apakah terasa ada pergeseran jika difungsikan. Jika ya, lumasi dengan pelumas semprotan. Saat melakukan penyemprotan, sekalian cek dengan memainkan bukaan pintu luar dan dalam.
8. Periksa tangkai besi pengunci pintu. Terutama bagian bawah yang menggerakkan kunci. Bersihkan bila berkarat atau kotor dan semprotkan pelumas.
9. Jika sudah selesai pasang kembali panel pintu, untuk yang power window jangan lupa pasang sakelar kembali.
--------

Kendaraan Konstan, Hemat BBM

Anda mungkin sering melihat pengemudi yang kerap memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi, tentunya dengan alasan agar cepat sampai ke tempat tujuan? Namun tahukah Anda bahwa kendaraan yang dipacu dalam kecepatan diatas rata-rata dapat menguras bahan bakar mobil lebih cepat dari seharusnya, belum lagi resiko kecelakaan yang harus ditanggung? Untuk mengatasi resiko boros bensin, tim RODA memberikan beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi Anda.Langkah pertama (ini yang cukup sulit, terutama bagi Anda yang memiliki jiwa pembalap) adalah menjaga supaya laju kendaraan tetap konstan. Setiap kali hendak pindah gigi, usahakan supaya kisaran RPM mobil berada pada angka 3000-4000 (untuk kendaraan bensin) dan 2500-3500 (untuk yang berbahan bakar solar). Dengan begitu, bensin/solar yang digunakan sebagai sumber daya tenaga utama untuk menjalankan kendaraan juga ’dibakar’ dengan jumlah konstan.Untuk jalanan menanjak, kecepatan dan hal diatas yang terutama harus diperhatikan. Sementara untuk jalan menurun, pengereman/penggunaan rem juga harus konstan dalam menjaga laju kendaraan. Rem yang diinjak harus seimbang, dan jaga supaya RPM tidak melebihi batas yang ditentukan (salah satu caranya adalah dengan memindahkan persneling). Selain itu, mainkan gigi mobil Anda supaya kecepatan dan laju RPM konstan.

Langkah terakhir adalah dalam membuka kaca mobil. Sering kali dalam perjalanan jauh atau dekat (terutama bila mobil tidak dilengkapi oleh peralatan pendingin), kita membuka jendela mobil supaya udara sejuk mengalir masuk. Namun jangan salah, seandainya harus dibuka, usahakan supaya jangan hanya satu melainkan kedua sisi (kiri dan kanan) jendela yang dibuka. Sebab seandainya Anda hanya membuka satu sisi saja, maka sirkulasi udara hanya akan berjalan satu arah (masuk) dan dengan sendirinya akan menghambat kecepatan laju kendaraan. Otomatis, bahan bakar akan lebih banyak dikuras.
Reblog this post [with Zemanta]

Perawatan dan Pemantauan Kondisi Transformator

Three phase pole mounted power distribution tr...Image via Wikipedia
Perawatan dan Pemantauan Kondisi Transformator, kalo bahasa inggrisnya: "Transformer Condition Monitoring and Maintenance"...(kerenkan...?!! Tapi kita harus bangga pada bahasa sendiri...ya nggak?). Artikel ini untuk melengkapi artikel-artikel sebelumnya tentang transformator alias transformer alias trafo (terserah, mana yang anda pakai, kalo saya lebih suka menyebutnya Tr).

Dengan melakukan perawatan secara berkala dan pemantauan kondisi transformator pada saat beroperasi akan banyak keuntungan yang didapat, antara lain:
• Meningkatkan keandalan dari transformator tersebut.
• Memperpanjang masa pakai.
• Jika masa pakai lebih panjang, maka secara otomatis akan dapat menghemat biaya penggantian unit transformator.

Adapun langkah-langkah perawatan dari transformator, antara lain adalah:
• Pemeriksaan berkala kualitas minyak isolasi.
• Pemeriksaan/pengamatan berkala secara langsung (Visual Inspection)
• Pemeriksaan-pemeriksaan secara teliti (overhauls) yang terjadwal.


Gambar 1.Perawatan Transformator

Komponen-Komponen Utama Transformator

untuk lebih jelasnya anda dapat membaca artikel sebelumnya, "Komponen-Komponen Transformator", tapi saya tampilkan sedikit mengenai komponen utamanya saja, yaitu:
• On-load tap changer (OLTC)
• Bushing
• Insulator / penyekat
• Gasket
• Sistem saringan / filter minyak isolasi
• Peralatan proteksi;
– Valves atau katup-katup
– relay
– Alat-alat ukur dan indikator-indikator

Peta Potensi Terjadinya Gangguan didalam Transformator


Gambar 2. Peta Potensi Gangguan didalam Transformator

Pemeriksaan Kondisi Transformator Saat Beroperasi

Pada saat transformator beroperasi ada beberapa pemeriksaan dan analisa yang harus dilakukan, antara lain:

1. Pemeriksaan dan analisa minyak isolasi transformator, meliputi:
– Tegangan tembus (breakdown voltage)
– Analisa gas terlarut (dissolved gas analysis, DGA)
– Analisa minyak isolasi secara menyeluruh (sekali setiap 10 tahun)

• Pemeriksaan dan analisa kandungan gas terlarut (Dissolved gas analysis, DGA), untuk mencegah terjadinya:(partial) discharges, Kegagalan thermal (thermal faults), Deteriorasi / pemburukan kertas isolasi/laminasi.

• Pemeriksaan dan analisa minyak isolasi secara menyeluruh, meliputi: power factor (cf. Tan δ), kandungan air (water content), neutralisation number, interfacial tension, furfural analysis dan kandungan katalisator negatif (inhibitor content)

2. Pengamatan dan Pemeriksaan Langsung (Visual inspections)
– Kondisi fisik transformator secara menyeluruh.
– Alat-alat ukur, relay, saringan/filter dll.
– Pemeriksaan dengan menggunakan sinar infra-merah (infrared monitoring),
setiap 2 tahun.

Karakteristik Akibat Kegagalan Gas


Tabel 1. Karakteristik Akibat Kegagalan Gas

Rentang Waktu Pemeriksaan dan Analisa Minyak isolasi


Tabel 2. rentang waktu pemeriksaan minyak isolasi

Tindakan yang biasa dilakukan pada saat Pemeriksaan Teliti (Overhaul)

1. Perawatan dan pemeriksaan ringan (Minor overhaul), setiap 3 atau 6 tahun.
– on-load tap changers
– oil filtering dan vacuum treatment
– relays dan auxiliary devices.

2. Perawatan dan pemeriksaan teliti (Major overhaul)
– Secara teknis setidaknya 1 kali selama masa pakai.
– pembersihan, pengencangan kembali dan pengeringan.

3. Analisa kimia
– analisa kertas penyekat/laminasi (sekali setiap 10 tahun)

4. Pengujian listrik (Electrical Test) untuk peralatan;
– power transformer
– bushings
– Transformator ukur (measurement transformator)
– breaker capacitors

Pengujian listrik (electrical test) dilakukan setidaknya setiap 6 - 9 tahun. Pengujian yang dilakukan meliputi;
a. Doble measurements
b. PD-measurement
c. Frequency Responce Analysis, FRA
d. voltage tests

Penyebab Hubung Singkat didalam Transformator, antara lain:

• Gangguan hubung singkat antar lilitan karena rusaknya laminasi.
• Perubahan kandungan gas H2, CH4, CO, C2H4 dan C2H2

**)Kegagalan pada lilitan dapat diperbaiki dengan penggulungan ulang atau rewinding


Sumber: www.dunia-listrik.blogspot.com

Reblog this post [with Zemanta]

Monday, December 7, 2009

Penggunaan Alat Penghemat Listrik Di Rumah

The Solitary LighthouseImage by Stuck in Customs via Flickr
Penggunaan alat penghemat pemakaian energi listrik untuk rumah tangga masih kontroversi sampai saat ini. Ada pihak yang mengatakan bahwa penggunaan alat penghemat listrik tersebut tidak efektif dan hanya merupakan pembodohan kepada publik saja, namun klaim tentang manfaat dan keefektifan dari alat tersebut pun tak kalah hebatnya, terutama yang disebar-luaskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan mendapat keuntungan dari penjualan alat ini.

Mengenai penggunaan alat ini pun menjadi topik yang menarik di forum dunia listrik (dapat anda lihat di sini). Namun Dunia listrik berusaha untuk mendapatkan penjelasan yang dapat dipertanggung-jawabkan mengenai keefektifan penggunaan alat penghemat listrik tersebut, dan akhirnya mendapatkan informasi yang diinginkan pada situs PLN-Distribusi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Berikut kutipannya:

“Umumnya, penjual memberi iming-iming bila alatnya bisa menghemat listrik 10 hingga 40 persen. Bahkan juga diberi jaminan barang akan diganti baru bila tidak terjadi perubahan tagihan listrik dalam 1 tahun. Tak ayal, ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat terus berusaha menekan pengeluaran.

Di Indonesia, alat ini mulai dipasarkan sejak 2003. Berbagai merek didatangkan dari luar negeri, baik dari Jerman, Italia maupun negara Eropa lainnya. Meski ada juga buatan lokal yang mengadopsi teknologi luar.

Biasanya, alat hemat energi buatan luar negeri dipatok lebih mahal dibanding buatan lokal. Alat hemat listrik buatan Jerman misalnya dipasarkan dengan harga antara Rp 1,25 juta sampai Rp 1,5 juta, bergantung kapasitas daya yang digunakan. Sedang alat hemat energi buatan lokal berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Kompensator Daya

Sebetulnya, cara kerja alat itu terbilang sederhana. Menurut teori, untuk mengurangi pemakaian energi listrik diperlukan sebuah kompensator daya. Kompensator ini bekerja sebagai pengatur tegangan yang akan mengurangi catu tegangan ke beban, yang berarti mengurangi catu daya ke beban. Nah, dengan mengurangi catu daya secara otomatis energi yang terpakai pun akan berkurang dibanding keadaan normal.

Ada dua jenis kompensator daya yang banyak beredar di pasaran, yakni kompensator yang dipasang secara paralel dengan beban dan kompensator yang dipasang seri dengan beban. Dari dua jenis kompensator daya ini, yang banyak beredar di pasaran adalah kompensator daya yang dipasang paralel. Jika dirata-rata, perbandingan antara jumlah kompensator daya yang dipasang paralel dengan seri kira-kira 9:1.

Kompensator yang dipasang secara paralel terhadap beban sebenarnya merupakan kompensator daya aktif-reaktif. Asas kerja kompensator ini memanfaatkan jenis arus yang dialirkan PLN ke pelanggan, yakni arus bolak-balik yang memiliki dua komponen daya: aktif dan reaktif. Daya aktif adalah daya sebenarnya yang dibutuhkan beban. Sebaliknya, daya reaktif adalah daya yang dapat terjadi karena induktansi maupun kapasitansi. Induktansi disebabkan komponen yang berbentuk kumparan seperti motor listrik maupun transfomator step down pada adaptor. Sedangkan kapasitansi diakibatkan oleh komponen kapasitor. Resultan atau jumlah dari keduanya kemudian membentuk daya nyata.

Dalam kenyataannya, daya yang dipasok oleh PLN adalah daya nyata. Oleh sebab itu untuk meminimalisasi daya yang dipasok oleh PLN maka sebisa mungkin daya reaktif diminimalisasi. Jika beban bersifat induktif maka diberi kapasitor dan jika beban bersifat kapasitif maka beban diberi induktor. Karena umumnya peralatan yang digunakan dalam lingkungan perumahan bersifat induktif, maka kompensator daya untuk mengeliminasi daya reaktif tak lain berupa kapasitor. Biasanya, alat ini dipasang secara paralel pada jaringan listrik, tepatnya setelah kotak MCB (Mini Circuit Breaker) atau sekering yang telah terpasang sebelumnya.

Sementara itu, kompensator daya yang dipasang seri dengan pemanfaat listrik merupakan sebuah alat penurun kinerja beban dengan cara menurunkan catu daya melalui penurunan tegangan catu. Hasil keluaran dari pemasangan alat kompensator daya jenis seri ini adalah diperoleh penurunan pemakaian daya nyata (watt), tetapi tegangan catu ke pemanfaat listrik juga dibuat turun. Sepintas terlihat sebagai penghematan pemakaian energi listrik, tetapi sesungguhnya kinerja pemanfaat listrik menurun dan dapat berakibat mengurangi umur pemanfaatan listrik.

Untung Rugi Penggunaan Peralatan

Berdasar penelitian alat penghemat energi yang dilakukan Pranyoto, dari bagian Litbang PLN, penggunaan alat penghemat energi, baik berupa kompensator yang dipasang seri atau paralel ternyata tidak memberi kontribusi seperti yang dijanjikan produsen. Alih-alih menurunkan penggunaan daya, yang terjadi pada penggunaan alat semacam itu adalah mengurangi efisiensi peralatan dan umur pemanfaatan listrik. Ini disebabkan meski diperoleh penurunan pemanfaatan daya nyata antara 15 persen hingga 20 persen, tetapi pemanfaatan listrik juga dibuat menurun hingga 20 persen. Misal, AC dan kulkas menjadi kurang dingin dan lampu menjadi redup.

Selain itu, pada kondisi tertentu yang mempertimbangkan adanya hambatan dalam kabel, penghematan yang terjadi dalam rumah sangat kecil. Penghematan hanya akan didapat ketika terjadi kondisi ekstrim dimana daya nyata dua kali lipat daya aktifnya. Namun jika dalam kondisi ideal alat ini justru akan menambah tagihan listrik meskipun besarnya tidak seberapa.

Namun demikian alat ini juga berguna mengoptimalisasi daya listrik agar daya yang digunakan dapat digunakan sesuai daya yang diperbolehkan oleh PLN. Misal, pada perumahan, kWh meter akan menghitung daya aktif, tetapi MCB bekerja berdasarkan arus yang mengalir pada resultan daya nyata. Dengan menggunakan alat ini, maka resiko adanya pemutusan arus (ngejepret) oleh MCB dapat berkurang, dengan catatan bahwa rumah tersebut banyak menggunakan peralatan yang bersifat induktif. Jadi jika sebuah rumah berdaya 900 watt, terkadang dengan peralatan yang berdaya 600 watt atau 700 watt ternyata listriknya ngejepret. Nah, dengan pemasangan alat penghemat energi maka penggunaan daya akan dapat dioptimalkan mendekati 900 watt.

Jurus Menggaet Konsumen

Seringkali seorang calon pembeli tertarik iming-iming penurunan tagihan listrik yang diungkapkan penjual. Biasanya konsumen akan diberi demonstrasi yang meyakinkan. Ada tiga modus yang sering digunakan.

Pertama, dengan menggunakan amperemeter. Ketika kompensator dipasang, amperemeter akan menunjukkan angka lebih rendah dibanding kondisi normal. Konsumen yang biasanya awam dengan masalah kelistrikan seringkali terkecoh. Tentu saja keadaan sebenarnya tidak demikian. Amperemeter mengukur arus pada komponen daya nyata dan bukan pada komponen daya aktif. Walaupun besaran yang ditunjukkan amperemeter akan berubah tergantung apakah alat penghemat dipasang atau tidak, besaran arus pada komponen daya aktif sebenarnya tidak akan berubah.

Kedua, dengan menggunakan wattmeter. ’Jurus’ ini memang lebih cerdik dari yang pertama, karena PLN memang mengukur berdasarkan Watt. Tetapi yang tidak disadari konsumen adalah ada hambatan berukuran besar atau gulungan kabel yang sangat panjang di belakang alat demonstrasi ini yang menghubungkan beban dengan sumber listrik, terkadang bahkan sampai 100 meter. Jelas, ini sangat kontras dengan keadaan instalasi di rumah yang rata-rata hanya mencapai 10 meter.

Ketiga, masih menggunakan wattmeter, tetapi tanpa memperlihatkan besaran tegangan. Alat ini dengan meyakinkan dapat memperlihatkan bahwa penggunaan daya akan dihemat. Tetapi konsumen tidak menyadari bahwa sebenarnya tegangan listrik sudah jauh di bawah 220V, diturunkan dari keadaan normal.

Sebenarnya ada cara mudah menekan tagihan rekening listrik yang tidak memerlukan peralatan tambahan semacam ”alat hemat listrik”. Salah satunya mengkonsumsi listrik seperlunya atau mematikan peralatan saat tidak digunakan. Misal ketika keluar kamar, lampu dimatikan. Jangan lupa pakai lampu hemat energi. Meski agak sedikit mahal tapi konsumsi dayanya jauh lebih kecil dibanding lampu biasa dan umur penggunaannya lebih lama.

So, mudah kan? Tanpa perlu membeli alat hemat listrik yang berharga jutaan, Anda juga dapat menghemat listrik dengan mudah dan nyaman.”

sumber: www.plnjateng.co.id

dan untuk booklet cara hemat listrik dari Energy Management Indonesia, silahkan download di sini

Reblog this post [with Zemanta]

Tips Penggunaan dan Perawatan Laptop

Toshiba HDD2189 2.5" hard disk drive plat...Image via Wikipedia
Saat ini hampir semua kalangan telah menggunakan Laptop dalam menjalankan aktivitas, seperti mengajar (bagi guru dan dosen), surfing di internet atau sekedar mengetik tugas. Laptop memiliki beberapa keunggulan seperti praktis yang bisa dibawa kemana saja dan bisa bekerja dengan baterai tiga jam atau lebih.
Namun belakangan banyak rekan di kampus yang mengeluhkan bahwa laptopnya hanya bertahan beberapa menit saja dan ada lagi yang lebih parah laptopnya matot alias mati total saat bekerja. Nah artikel ini khusus buat yang baru punya laptop atau ingin laptopnya awet.
Memang sangat tidak praktis dan efisien kalo kita harus selalu nyolokin kabel laptop saat mengoperasikannya, yah apa bedanya dengan PC dong? Selain tidak semua tempat menyediakan colokan listrik juga ketersediannya sangat terbatas, jadi anda juga harus bawa cable round agar bisa berbagi… hiii repot banget kan?
Dari beberapa hasil surfing dan bertanya dapat saya kumpulin beberapa tips perawatan Laptop agar awet dan tahan lama saat menggunakan batery.

· Lakukan defrag secara teratur
Semakin cepat kinerja hard drive anda maka semakin hemat baterai anda, oleh karena itu buat hard drive anda seefisien mungkin dengan melakukan defrag secara teratur. Cara mendefrag klik START, kemudian All programs lalu Accessories, pilih Sistem Tools dan klik Disk Defragmenter. Lalu lakukan defrag untuk masing-masing partisi pada laptop anda. Lakukan disk defragment ini secara rutin. Jika hal ini belum pernah dilakukan maka hal ini akan cukup memakan waktu.
· Kurangi cahaya monitor anda
Untuk menghemat energi baterai anda, kurangi cahaya monitor laptop sampai batas toleransi yang sesuai untuk mata anda. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan keyboard seperti laptop Accer dengan menekan key Fn dan secara bersamaan. Semakin sedikit pencahayaan semakin panjang masa menggunkan batery.
· Hindari menyambung kabel terus-menerus
Kebiasaan mencolokkan kabel saat baterai telah penuh adalah awal kerusakan baterai. Jika baterai telah penuh lepaskan kabel pengecasan. Maka selalu awasi kode lampu yang menunjukkan baterai telah penuh, segera lepaskan kabelnya. Sehingga laptop bekerja dengan baterai. Selain itu anda juga dapat melepas baterai dan hanya menggunakan listrik saja, namun ini beresiko kehilangan data jika listrik mendadak mati.
· Matikan program yang tidak perlu
Jika anda tidak menggunakan program tersebut sebaiknya anda matikan, misalnya: Itunes, Desktop Search, dan lainnya. Program-program ini menambah beban CPU dan baterai. Matikan semua program yang tidak penting jika anda sedang menggunakan laptop dengan baterai. Yah kira-kira sesuai motto PLN, yang penting matikan disaat penting. Eh salah yang penting matikan yang tidak penting.
· Matikan hardware eksternal
Alat-alat eksternal yaitu yang disambung dengan USB (termasuk mouse dan cooling pad anda) dan WiFi, atau printer yang selalu terpasang ke Laptop, semuanya menyedot tenaga baterai anda. Cabut atau matikan.
· Ganti mouse dan keyboard wireless
Jika anda memang harus menggunakan mouse dan keyboard ekternal, maka gunakan perangkat yang menggunakan kabel bukan wireless mouse. Hal ini dikarenakan mouse dan keyboard yang memiliki kabel relative menghabiskan sedikit energi dan lebih menghemat penggunaan baterai.
· Tambahkan RAM
Jika anda sering menggunakan program yang membutuhkan memory besar, sebaiknya anda menambah RAM laptop anda. Penggunaan virtual memory lebih membebani hard drive sehingga baterai laptop lebih cepat habis.
· Gunakan hard drive daripada CD/DVD
Walaupun hard drive banyak menghabiskan tenaga baterai, tetapi CD dan DVD menghabiskan energi lebih banyak lagi, bahkan ketika mereka tidak sedang digunakan. Jika memungkinkan simpan dalam harddisk anda. Akan lebih baik jika menggunakan program virtual drive seperti Alcohol 120%.
· Jaga kebersihan baterai.
Coba buka baterai yang terdapat dibagian bawah laptop anda dan bersihkan besi yang menjadi penghubung energi baterai dengan laptop secara teratur, sehingga transfer energi dari baterai anda menjadi lebih efisien.
· Jaga kondisi baterai.
Tidak baik untuk membiarkan baterai yang terisi dalam keadaan dorman untuk jangka waktu yang lama. Setelah diisi, anda sebaiknya menggunakan baterai tersebut setidaknya sekali dalam 2-3 minggu. Satu hal yang harus diingat, jika baterai laptop anda Li-On maka jangan pernah menggunakannya sampai benar-benar habis.
· Pilih hibernate, jangan standby
Seringkali kita membuat laptop dalam mode standby sehingga dapat langsung aktif saat disentuh walaupun ditinggal tidur. Hal ini memang menghemat baterai dan anda dapat langsung menggunakan laptop anda kapan saja. Tetapi sebenarnya laptop anda tidak benar-benar mati.
Maka, sebaiknya gunakan fungsi hibernate yang dapat menghemat energi listrik jauh lebih banyak karena fungsi ini benar-benar mematikan laptop anda jika tidak disentuh dalam kurun waktu yang anda tentukan sendiri.
Untuk melakukan hibernate bisa dilakukan pada control panel atau pada layar depan dengan mengklik kanan dan mengambil Properties, Screen Saver, dan pilih Power yang berada di kanan bawah. Silahkan atur waktu hibernation-nya.
Setelah hibernate, jika anda menekan tombol power, ia akan kembali seperti sebelum saat mati. Jadi anda dapat meneruskan tugas anda atau tulisan anda.
· Jaga suhu laptop anda.
Laptop akan berfungsi dengan lebih efisien jika suhunya lebih dingin. Maka bersihkanlah ventilasi udaranya dengan kain halus atau pembersih keyboard. Bila menggunakan pelindung keyboard, lepaskan jika suhu terasa meningkat.
· Jangan menggunakan laptop di tempat tidur
Lho emang kenapa? Begini bila bagian bawah laptop tertutup hal ini akan meningkatkan suhu laptop. Jadi menggunakan laptop dengan beralaskan bantal adalah suatu ide yang buruk karena akan menutupi ventilasi udara. Bila benar-benar ngebet pengen ngetik di tempat tidur, ya beli aja meja kecil tempat meletakkan laptop anda.
Pikirkan juga bila anda menggunakan pembungkus laptop yang menghalangi ventilasi. Bahkan pernah teman yang akhirnya laptopnya mati total… L.
· Atur ‘power options’ supaya optimal
Pilih ‘Power Options’ di control panel anda dan aturlah supaya penggunaan energi laptop tetap optimal (pilih Max Battery) untuk efek maksimum).
· Hindari multitasking
Lakukan sesuatu secara satu persatu jika anda sedang menggunakan laptop dengan baterai. Jangan bekerja dengan multitasking jika anda memang ingin menghemat baterai anda karena hal ini menguras energi.
· Kurangi beban CPU anda.
Aktifitas seperti email dan word processing yang bebannya kecil untuk CPU laptop, menggunakan tenaga baterai lebih kecil daripada menjalankan winamp apalagi game atau menonton DVD, pasti cepat habis. Jadi pilih prioritas anda dengan bijaksana.
· Kurangi beban grafis
Anda bisa melakukan hal ini dengan mengganti resolusi layar anda dan mematikan driver grafis yang tidak dibutuhkan. Graphic card atau video card sama borosnya seperti hard disk dalam menghabiskan energi baterai.
· Matikan computer Anda
Jika Anda tidak menggunakannya untuk beberapa jam, seperti di waktu tengah malam sebaiknya ya matikan saja. Anda masih dapat menghemat energi, walaupun computer Anda mungkin tidak mati dengan sempurna, yakni dengan men-setting fungsi management power pada computer Anda untuk membuat monitor dan computer (CPU, harddisk, dan sebagainya) dalam mode ‘sleep’ setelah beberapa jam tidak digunakan. Hal tersebut dapat menghemat energi ketika Anda tidak aktif menggunakan computer. Tapi seperti telah disebutin di atas, hibernation lebih irit lagi.
· Beli baterai baru
Bila laptop anda tetap tidak bisa tahan, kemungkinan baterainya telah rusak duluan karena anda terlambat membaca tulisan ini. Namun tidak apa-apa. Ada langkah yang cukup bagus dengan cara membeli baterai baru dan menghindari semua kebiasaan buruk terutama menggunakan laptop saat dicolokin ke listrik.
· Beli laptop baru
Namun jika langkah diatas juga tidak ”mangkus” mungkin cara terakhir ini cara mungkin yang paling mudah namun bukan berarti paling murah. Jadi jika anda punya budget yang cukup beli aja laptop baru. Saat ini telah hadir laptop yang semakin efisien telah mencapai suatu titik dimana bahkan para produsen kini telah berani menjanjikan baterai yang dapat tahan satu hari penuh. Tapi selama anda tidak melakukan kebiasaan buruk saat berlaptop di atas.
Tips Tambahan:
Ø Saat baterai yang cukup penuh, anda sebaiknya anda mematikan fungsi autosave ketika menggunakan MS Word atau Excel karena mereka dapat menambah beban yang tidak diperlukan pada hard drive anda. Dan sebaliknya ketika baterai laptop anda sudah hampir habis, sebaiknya anda mengaktifkan kembali fungsi autosave karena anda tidak akan pernah tahu kapan baterai laptop anda benar-benar habis. Dan ketika hal tersebut terjadi, tentu saja anda tidak ingin pekerjaan anda hilang bukan? Jika bingung ya biarin aja autosave selalu… :) .

Source:
Reblog this post [with Zemanta]

Tips Perawatan Laptop

2,4-Dimethyl-5-hexanolideImage by myrmician via Flickr
Sebagai aktifis intelektual,pekerja kantoran atau pelajar yang sering menggunakan laptop menjadikan
laptop sebagai barang yang sangat berguna sekali dan menjadi suatu alat ketergantungandalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas, namun laptop juga alat yang rentan terhadap bahaya kerusakan akibat cara penggunaan yang salah. Berikut ini adalah tips-tips dalam penggunaan dan perawatan laptopagar tetap awet dan tidak bermasalah.
Antara lain sebagai berikut:
1. Letakan laptop pada tempat yang mempunyai permukaan datar atau rata,permukaan yang  tidak rata akanmengakibatkan posisi laptop miring dan saat menerima ketukan keyboard akan mengakibatkan goncangan padahardware didalamnya.Dan dampak dalam waktu lama akan membuat kerusakan.
2. Jauhkan dari air. biasanya sambil bekerja minum kopi atau minuman yang diletakan dimeja tempatmenaruh laptop, dampaknya pernah kejadian keyboard laptop tersiram kopi dan akibatnya fatal, terjadi konsletingdan harus ganti motherboard.
3. Jangan biasakan bekerja sambil menaruh laptop dipangkuan, dalam waktu lama radiasi laptop akan mengganggu kesehatan reproduksiselain tidak ada kestabilan letak laptop itu sendiri akibat goncangan.
4. Laptop memang diciptakan untuk mobile, tetapi goncangan saat membawanya atau bahkan pernah jatuh,akanberakibat pada kerusakan motherboad atau lcdnya sendiri.
5. Tas pelindung laptop dari bahan dasar gabus berbalut katun tipis yang halus bisa meredam panas saat dipakai kerja dalam waktu lama,daripadabersentuhan langsung pada meja.
6. Laptop di Indonesia umumnya sudah 220 volt, tetapi untuk laptop keluaran Jepang atau ex Jepang masih 110 volt,sediakan adaptor penurun tegangan.
7. Belilah laptop di toko terdekat di daerah Anda, sehingga bila ada masalah atau kerusakan akan gampang dan cepat mengurusnya.karena itu simpan baik-baik kartu garansinya.
8. Untuk kecepatan akselerasi laptop Anda, Installah program sesuai kebutuhan saja, sehingga bisa bisa menghemat memori dan hardisk anda.
9. Bila laptop Anda selalu berhubungan dengan internet, Anti virus menjadi suatu keharusan mutlak dan harus diupdate.
10.Istall Program perawatan untuk systemnya seperti Easy cleaner dari Toniart yang gratis, untuk menghapus file-file sampah dan sisa-sisa registrasi saat meninstall program atau uninstall program.
Semoga tips-tips diatas bisa membantu.
Good Luck!
Reblog this post [with Zemanta]

Perawatan Perangkat Keras Komputer

CPU heat sink with fan attachedImage via Wikipedia
Agar perangkat keras sebuah komputer tetap baik, maka berikut ini kami tunjukkan beberapa langkah merawat perangkat keras komputer.
  1. Sebisa mungkin tegangan listrik yang dikonsumsi komputer harus stabil. Tegangan listrik yang terlalu rendah dan terlalu tinggi dua-duanya merusak perangkat keras komputer. Oleh karena itu gunakanlah Stabilizer dan UPS untuk menjaga hal tersebut.
  2. Hidup matikan komputer sesuai prosedur. Jangan sekali-sekali langsung mencabut kabel listrik komputer pada saat komputer sedang beroperasi, syarat ini juga mutlak berlaku untuk komputer ”hang” sekalipun. Tindakan ini sangat berbahaya bagi kestabilan Power Suply komputer.
  3. Komputer harus terhindar dari sengatan matahari secara langsung.
  4. Jangan menaruh gelas dll yang berisi air demi menghindari siraman air terhadap perangkat keras.
  5. Hindari menempatkan peralatan yang bersifat/dapat menimbulkan magnet di sekitar komputer, karena ini akan mengacaukan monitor dan dapat merusak perangkat keras internal unit CPU.
  6. Secara berkala bersihkan bagian komputer dari debu yang melekat dengan menggunakan kuas cat, lap halus dan alat penyemprot udara.
  7. Secara keseluruhan bersihkan permukaan Mainboard dengan menggunakan pompa udara untuk menghilangkan debu. Terutama pada bagian socket memory karena jika socket ini kotor/berdebu maka memory tidak akan bekerja maksimal.
  8. Bersihkan heatsink dan fan cooler CPU dengan kuas halus atau pompa udara
  9. Buka memory RAM dengan hati-hati dan bersihkan dengan lap halus terutama pada bagian kakinya.
  10. Buka Power Suply dengan obeng dan persihkan dengan hati-hati
  11. Bersihkan semua port eksternal yang ada pada Mainboard, terutama port USB.
  12. Jika anda menggunakan VGA card ad on bersihkan terutama pada bagian heat sink dari debu
  13. Bersihkan dengan menggunakan kuas halus bagian permukaan Keyboard.
Catatan:
  1. Sebaiknya anda hati-hati membuka perangkat keras terutama memory dan Precessor
  2. Jika anda ragu, cukup membuka penutup samping saja lalu mulai bersihkan
Nah sampai di sini sekarang komputer anda akan jauh lebih aman
Reblog this post [with Zemanta]